Sengketa Pulau Pasir di NTT: Berikut Fakta atas Klaim Kepemilikan Pulau Pasir oleh Australia

- Minggu, 8 Januari 2023 | 10:04 WIB
Pulau Pasir sedang menuai polemik antara Indonesia dan Australia (RRI)
Pulau Pasir sedang menuai polemik antara Indonesia dan Australia (RRI)

OKENarasi.com - Klaim yang muncul beberapa waktu lalu dari pihak australia mengenai pengakuan pulau pasir sebagai milik mereka.

Gugusan dari Ashmore Reef atau Pulau Pasir di Laut Timor terletak sejauh 320 Km dari pantai Barat-Utara Darwin, Australia. Dan hanya 140 Km sebelah selatan dari Pulau Rote Nusa Tenggara Timur.

Tentu saja hal ini menimbulkan perdebatan yang panas, mengingat kawasan pulau pasir adalah hak mutlak dari masyarakat adat Timor, Sabu, Alor, dan Rote menurut kedekatan wilayah. 

Baca Juga: Kasus Kredit Fiktif di Bank NTT Sering Terjadi, 23 Kepala Daerah Digugat Sang Mantan Dirut Bank NTT

Hal ini diperkuat bawasannya pulau pasir kerap digunakan untuk tempat transit para nelayan yang ingin berlayar ke perairan samudra Hindia bagian selatan, seperti perairan pulau rote. Argumen ini diperkuat dengan ditemukannya makam para leluhur rote di sana.

Permasalahan ini semakin memanas pada 2021 lalu di mana polisi keamanan perbatasan Australia menangkap beberapa nelayan dan menenggelamkan kapal mereka karena dianggap telah melanggar batas negara Australia di sekitar Asmore Reef and Cartier/Pulau Pasir. Atas hal ini tentunya pihak Indonesia menjadi geram atas sikap pemerintah Australia.

Sebagai pernyataan protes atas peristiwa tersebut, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaludin melakukan pembatakan rencana patroli bersama Australian Border Force (ABF).

Baca Juga: Gaji Honorer Mencapai 5 Juta Lebih, Sri Mulyani Terbitkan Aturan Baru Gaji Honorer Tahun 2023

Keputusan ini diambil dikarenakan pihak Australia dinilai terlalu gegabah dan menekan nelayan Indonesia di perairan Ashmore Reef atau Pulau Pasir.

Sejalan dengan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Sakti Wahyu Trenggono dalam pesannya menegaskan pentingnya peran dalam pengawasan perlindungan serta pengendalian kapal perikanan sebagai tindak lanjut dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan kelautan lokal.  

Menanggapi hal ini, Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, Ferdi Tanoni mengatakan bahwa telah meminta Australia untuk memperlihatkan bukti sah atas kepemilikan Pulau Pasir dan gugusan di sekitarnya.

Ferdi juga menuturkan bahwa klaim yang disebutkan oleh Australia dinilai bertentangan dengan Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS).

Baca Juga: Cincin! Ternyata Punya Arti Dan Makna Sesuai Dijari Mana Dikenakan

Dalam UNCLOS 1982 dijelaskan bahwa garis tengah atau garis median digunakan ketika jarak antara kedua negara kurang dari 400 mil laut, dan dalam kasus ini jarak antara negara Indonesia, Timor Leste dan Australia tidak sampai dari 400 mil.

Halaman:

Editor: Otavianus Seldy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank NTT Milik Siapa?

Selasa, 1 Agustus 2023 | 12:22 WIB

Bank Rakyat IndonesiaI Fokus Dorong Penyaluran Kredit

Selasa, 1 Agustus 2023 | 12:09 WIB

Tahun 2023, Bank NTT Hadapi Berbagai Masalah

Selasa, 17 Januari 2023 | 01:50 WIB
X